Tips Sukses : Kisah Pengalaman Seorang Reseller Dropship Berpenghasilan Rp. 1,2 Milyar Per Tahun!

Percayakah kamu, hanya dengan berjualan online dengan sistem dropship, salah seorang rekan kami ada yang bisa menghasilkan omset rata-rata sebesar Rp. 1,2 milyar per tahun?

Boleh percaya, boleh juga tidak. Nah, bagi yang percaya, silahkan lanjutkan baca artikel ini.

Sebut saja namanya Wira ( bukan nama asli ). Usianya kini 28 tahun. Ia tidak kerja kantoran. Hanya berjualan dropship dengan omset Rp. 100 juta per bulan. Dari omsetnya itu, Wira mengaku bisa mengantongi keuntungan bersih sebesar 15% hingga 18% per bulan yang artinya rata-rata ia bisa meraup untung rata-rata Rp. 17.000.000 per bulan. Bahkan bulan Mei 2016 ini, ia baru saja memenangkan tender yang nilainya puluhan juta rupiah. Kliennya artis dan sama sekali belum pernah ketemu dengan kliennya tersebut. Murni transaksi online karena ia berjualan tanpa mempunyai stok barang sebiji pun di rumahnya. 100% jualan dropship yang ia lakukan sejak tahun 2009.

photo_2016-05-25_22-55-44

Laporan Omset Seorang Reseller Dropship Berpenghasilan Rp. 1,2 Milyar Per Tahun / felisbag.com

Laporan Omset Seorang Reseller Dropship Berpenghasilan Rp. 1,2 Milyar Per Tahun / felisbag.com

Laporan Omset 2015 Seorang Reseller Dropship Berpenghasilan Rp. 1,2 Milyar Per Tahun / felisbag.com

Laporan Omset 2015 Seorang Reseller Dropship Berpenghasilan Rp. 1,2 Milyar Per Tahun / felisbag.com

Sehari-hari Wira bekerja mengurus usaha online-nya di rumah saja. Ia punya waktu penuh untuk melayani semua pesanan dari calon pelanggan dan pelanggan tetapnya. Menurut Wira, meski cuma jualan online secara dropship, kita tetap harus  punya integritas untuk menjalankannya dengan baik sehingga semua pesanan bisa diproses dengan baik dan menghasilkan penghasilan yang baik pula. Jika kita menganggapnya sebagai pekerjaan sampingan, maka hasilnya pun hanya sebesar penghasilan sampingan, bahkan bisa juga tidak menghasilkan sama sekali.

Ternyata bukan hanya Wira yang memiliki pengalaman manis menjadi reseller dropship. Pada sebuah forum online, kami pun pernah menemukan sebuah thread inspiratif tentang pengalaman seorang dropshipper yang berjualan kaca film dengan penghasilan Rp. 2 milyar per tahun.

Itu lah sedikit bukti bahwa untuk memulai sebuah usaha, modal kapital yang besar tidak selalu mutlak sebagai penentu kesuksesan usaha kamu di kemudian hari. Yang terpenting adalah kesungguhan kita untuk menjalankan usaha itu sendiri. Semakin sungguh-sungguh, semakin baik pula hasilnya. Setuju?

Jika kita sudah memiliki niat yang cukup kuat untuk berusaha, maka berikutnya adalah kita harus memulai usaha dengan langkah yang tepat agar puncak kesuksesan bisa kita gapai dengan waktu yang lebih cepat.

Untuk itu felisbag.com telah merangkum bagaimana cara Wira berjualan online secara dropship hingga bisa menghasilkan omset Rp. 1,2 milyar per tahun.

  1. Banyak Dilihat dan Mudah Ditemukan

Ada jutaan calon pembeli di internet siap memborong barang dagangan kita. Namun sayangnya, bukan kita satu-satunya yang berjualan di internet. Terdapat ribuan atau bahkan jutaan pedagang online yang bersaing dengan kita, baik itu pedagang online yang punya barang sendiri ataupun pedagang online yang cuma jualan secara dropship.

Untuk itu penting bagi lapak kita agar bisa mendapatkan banyak kunjungan dari calon pembeli yang sesuai dengan target pasar kita. Kamu bisa menggunakan cara-cara ini untuk mendapatkan kunjungan dari calon pembeli yang sesuai target pasar :

SEO atau search engine optimization. Menjadi peringkat 1 di mesin pencari tentu bisa mendatang banyak pembeli. Namun sebelum kamu memutuskan untuk mencoba cara ini, kamu harus melakukan riset agar kampanye yang kamu jalankan bisa mendatangkan pengunjung yang siap beli.

Barang atau jasa yang bersifat kebutuhan seperti kebutuhan obat-obatan, kebutuhan supplier, perumahan murah di daerah tertentu, resto-resto enak di lokasi tertentu, barang-barang grosir, jasa-jasa yang membutuhkan keahlian khusus atau bengkel-bengkel spesialis biasanya banyak dicari di mesin pencari sehingga pengunjung yang datang ke website kamu memiliki kemungkinan yang besar untuk langsung order. Apalagi barang atau jasa yang kamu tawarkan memang sulit dicari. Bisa dipastikan kamu bakalan kewalahan melayani calon pelanggan meskipun kamu cuma seorang dropshipper.

Sementara jika barang atau jasa yang kamu pasarkan adalah barang atau jasa yang sifatnya membutuhkan interaksi visual seperti fotografi, produk fashion atau makanan yang unik-unik, lebih baik gunakan metode beriklan di sosial media atau beriklan di Google Display Network. Kenapa? Karena barang atau jasa seperti fotografi, produk fashion atau makanan yang unik-unik membutuhkan Iklan dengan visualilasi yang menarik untuk menarik minat calon pembeli yang tadinya tidak ingin beli, jadi ingin beli. Contohnya mungkin kamu pernah mengalaminya sendiri. Saat lagi iseng-iseng scroll timeline instagram, tiba-tiba ada iklan foto makanan yang benar-benar menggugah selera. Gara-gara fotonya menggiurkan banget, kamu jadi penasaran, lalu klik, lalu beli. Bayangkan berapa orang yang terperangkap seperti kamu? Kalau produknya bagus, kamu pasti ingin beli lagi. Dan begitu seterusnya. Dan berulang ke banyak orang. Akhirnya menjadi viral dan booming.

Nah, kalau sudah menjadi viral, nomer 1 di peringkat pencarian mesin pencari wajib hukumnya agar orang-orang yang penasaran dengan barang atau jasa yang kamu pasarkan dapat dengan mudah menemukan produk yang kamu pasarkan.

Sementara jika produk yang kamu pasarkan adalah barang-barang seperti gadget, aksesoris-aksesoris, properti, otomotif atau barang-barang retail lainnya lebih baik gunakan situs-situs market place branded seperti OLX, Tokopedia, Bukalapak atau Kaskus FJB yang memang sudah top of mind di mata para calon pembeli bahwa OLX, Tokopedia, Bukalapak atau Kaskus FJB adalah tempat berkumpulnya pedagang online yang memasarkan produk dengan kategori-kategori tersebut. Karena sudah top of mind, jadi kalau mau cari barang kategori tersebut, para calon pembeli biasanya langsung terpikir untuk mengunjungi OLX, Tokopedia, Bukalapak atau Kaskus FJB. Setuju?

Social Media Ads seperti Facebook Ads, Twitter Ads atau Instagram Ads. Kamu pasti sering lihat postingan iklan yang tiba-tiba nongol di timeline kamu? Apa yang biasanya kamu lakukan?

Kalau iklannya menarik, kadang suka ingin tahu juga dan klik iklan tersebut. Tapi kalau iklannya jelek, biasanya kita abaikan saja atau mungkin seketika langsung klik hide?

Tapi percayakah kamu bahwa kualitas iklan yang nongol di timeline kita itu adalah cerminan aktivitas kita di internet? Misalnya gini, kamu sering buka market place seperti Lazada atau Tokopedia, nah bisa dipastikan iklan yang sering muncul di timeline kamu itu adalah iklannya Lazada atau Tokopedia. Atau misalnya kamu like fanpage tokoh-tokoh politik di Facebook, bisa juga dipastikan iklan yang sering muncul adalah calon-calon walikota atau gubernur yang sedang berkampanye di sosial media.

Sudah sebegitu canggihnya teknologi yang mereka kembangkan untuk menampilkan iklan kepada para penggunanya. Jadi bisa kamu bayangkan betapa efektifnya jika kamu beriklan di sosial media karena iklan kamu hanya akan ditampilkan kepada mereka-mereka yang pernah punya histori aktivitas di internet atau minat yang sesuai dengan iklan kamu.

Mau iklan tapi takut mahal? Jangan sedih, iklan di Facebook Ads, Twitter Ads atau Instagram Ads itu bisa kok anggarannya mulai dari Rp. 12.000 per hari. Efektif? Efektif banget.

  1. Jadilah Profesional

Pedagang dropship dan yang bukan dropship biasanya bisa dibedakan oleh calon pembeli dari kualitas konten lapaknya. Maka itu, buatlah konten lapak dagangan semenarik, sekeren, seoke yang kita bisa. Atau minimal jika tidak bisa membuat konten yang menarik, buatlah lapak yang rapih dengan bahasa yang mudah dimengerti dan ramah.

Jangan lupa untuk memilih nama toko online yang singkat dan sederhana serta jangan gunakan sosial media dan nama pribadi sebagai nama toko online kita. Pemilihan nama toko online ini amatlah penting agar nama toko online kita mudah diingat dan terlihat profesional.

Merek atau nama toko online yang baik juga berguna untuk kelangsungan durasi bisnis kita. Bayangkan, jika ternyata jualan dropship kita sukses yang akhirnya membuat kita mampu untuk membuat toko offline, berapa banyak energi yang kita buang jika nantinya kita malah harus berganti merek karena nama toko online kita ternyata tidak menarik? Tentu sangat merugikan.

Selain itu, profesionalitas lapak ini juga merupakan salah satu kunci utama yang bisa memengaruhi keputusan pembeli apakah ia akan berbelanja di toko online kita atau tidak.

Lapak yang berantakan terlihat tidak profesional tentu tidak akan menggugah keinginan dan kepercayaan calon pembeli meski barang yang kita jual lebih murah dari pasaran. Bisa saja terjadi penjualan, namun bisa dipastikan jumlahnya amat sedikit.

Sementara lapak yang bagus, customer service cepat dan mudah dihubungi, banyak kunjungan dari pengunjung yang sesuai target market dan mudah ditemukan biasanya akan lebih mudah mendapatkan pembeli meski harga yang kita jual lebih mahal daripada toko online kompetitor kita.  Tidak percaya? Kamu bisa lihat Lazada. Yap, Lazada.co.id itu dropshipper juga lho. Coba perhatikan, sebagian besar di halaman produknya tercantum informasi bahwa barang dikemas dan dikirim dari toko a, toko b dan lain-lain yang artinya Lazada memang hanya sebagai perantara.

Jadi, kalau mau sukses jadi dropshipper, jangan asal-asalan membuat lapak. Buatlah lapak yang rapih dan menarik dengan konten yang jujur, detail dan ramah serta jangan pelit mengeluarkan modal untuk membuat website yang bagus dan beriklan. Oke?

  1. Cepat dan Ramah

Pasti sebel ya kalau ada toko online yang memajang kalimat-kalimat ini di lapaknya :

  • Tidak terima tanya-tanya
  • Bawel gak usah belanja di sini
  • Gak sabaran, delcont
  • Order harus sesuai format, order yang tidak sesuai format tidak dilayani
  • Harga pas, masih nawar juga tidak akan kami respon

Dan masih banyak konten judes lainnya. Konten lapaknya saja judes, apalagi customer service-nya? Orang yang tadinya tertarik beli bisa saja seketika hilang feeling dan tidak jadi beli karena konten judes yang kamu tampilkan tersebut. Konten judes akhirnya membuat sulit dapat pelanggan, maka bisa dipastikan juga lapak-lapak yang memuat kalimat-kalimat di atas tidak pernah akan berkembang menjadi sebuah usaha yang menjanjikan.

Kita semua pasti tahu kok, karena memang ada berbagai macam tipe pembeli di internet. Ada yang ramah, ada yang rewel, ada saja yang masih minta foto padahal foto produk sudah jelas dipajang di lapak, ada yang masih tanya harga padahal harganya juga sudah dipajang di lapak, ada yang cuma iseng tanya-tanya, ada penipu, ada yang kritis, ada yang sekali belanja langsung borong, ada yang nawar gila-gilaan, ada yang gaptek, pokoknya akan ada banyak kejutan saat kamu melayani calon pembeli.

Dari sekian banyak calon pembeli, tentu kita tidak akan pernah tahu mana yang akan menjadi rejeki atau bukan. Bisa saja calon pembeli yang rewel itu membawa order puluhan juta untuk kamu. Bisa saja calon pembeli yang gaptek itu akan menjadi pelanggan setia kamu. Bisa saja calon pembeli yang ramah malah cuma tanya-tanya. Bisa saja calon pembeli yang order sesuai format malah tidak jadi beli. Semuanya bisa terjadi. Jadi kamu tidak boleh pilih-pilih calon pembeli mana saja yang mau kamu layani kalau kamu ingin usaha kamu berkembang. Layani semuanya dengan cerdas, ramah dan cepat.

Kalau kamu mau berkembang, jangan suuzon dulu kepada calon pembeli yang kamu anggap tidak menyenangkan. Kamu harus menggunakan cara cerdas untuk menghadapinya. Nah, berikut beberapa tips untuk menghadapi spam buyer :

Buatlah Website Ecommerce. Dengan membangun sebuah website ecommerce yang profesional dengan berbagai fitur yang canggih, tentu akan bisa mengurangi kerja kamu sebagai customer service untuk melayani order calon pembeli. Calon pembeli bisa langsung menggunakan website kamu untuk melakukan order.

Cuma sayangnya, tidak semua calon pembeli di Indonesia cukup mengerti untuk bisa melakukan transaksi di website ecommerce. Pada akhirnya, calon pembeli yang seperti ini tetap harus dilayani secara manual melalui customer service.

Buat Konten Produk Yang Detail. Calon pembeli bisa saja masih harus tanya-tanya lebih lanjut tentang produk yang mau mereka beli karena informasi produk yang kamu tampilkan di lapak tidak detail. Jadi, untuk mengurangi tanya-tanya calon pembeli, tampilkan informasi produk yang detail, jujur supaya bisa mengedukasi calon pembeli.

Kalau kamu merasa sudah menampilkan informasi produk secara detail, tapi masih saja ada calon pembeli yang minta dikirim foto dan info produk, jangan dulu langsung emosi. Sebab bisa saja si calon pembeli yang ini datang bukan dari lapak kamu, melainkan datang dari rekomendasi pelanggan kamu yang lain sehingga dia memang benar-benar belum tahu mengenai produk kamu, bisa saja kan?

Daripada dikit-dikit emosi, lebih baik simpan foto dan informasi detail produk yang kamu pasarkan di notes dan galeri smartphone kamu. Jadi kalau masih menemui calon pembeli yang masih saja menanyakan foto dan informasi produk yang sudah kamu pajang di lapak, kamu bisa tinggal kirim foto dan copy paste informasi produk ke calon pembeli kamu itu. Lebih mungkin menghasilkan uang kan daripada main delcont atau block?

Buat Template Jawaban. Kamu juga sering menemui calon pembeli dengan pertanyaan yang berulang-ulang? Nah, supaya menghemat waktu dan energi, siapkan juga beberapa template jawaban yang kamu simpan di aplikasi notes. Jadi kalau ada calon pembeli menanyakan beberapa hal yang sama, kamu tinggal copy paste template yang sudah kamu siapkan tersebut.

Ramah atau Kalau Tidak Bisa Ramah, Datar Saja. Calon pembeli atau pelanggan kamu sering bikin emosi? Cara terbaik menghadapinya adalah dengan membalasnya dengan bahasa yang santun dan ramah. Percaya deh, pelanggan yang marah-marah bisa seketika berubah 180 derajat jika kita mampu berkata santun dan ramah. Atau jika kamu sangat gengsi melakukannya, setidaknya jawab saja apa yang dia inginkan dengan datar, bukan dengan membalasnya dengan cacian dan makian pula seperti kamu sedang berantem dengan pacar atau supir angkot. Kamu harus bisa memposisikan diri kamu sebagai perusahaan, bukan sebagai individu. Kamu harus bisa memposisikan diri kamu sebagai brand, bukan sebagai pedagang asongan. Kamu harus bisa memposisikan diri kamu sebagai customer service, bukan sebagai anak kecil yang gampang emosi.

Cepat Menjawab. Saat calon pembeli memiliki banyak pilihan di pasar online, yang lebih cepat menjawab lah yang biasanya yang akan menjadi pilihan. Nah kalau kamu lelet merespon calon pembeli, bisa kamu bayangkan berapa banyak kerugian kamu?

Maka itu upayakan kamu memiliki partner kerja yang mengerti produk yang kamu jual dan bisa membantu kamu memegang smartphone super sibuk kamu. Entah itu suami, istri, pacar atau kalau perlu pekerjakan seorang customer service.

  1. Gunakan Aplikasi Penjualan

Aplikasi penjualan akan sangat memudahkan pekerjaan kamu untuk input order, mengirimkan invoice yang profesional ke calon pembeli kamu hingga saat kamu membuat list order yang harus kamu kirim ke supplier. Dengan menggunakan aplikasi penjualan bisa meminimalisir segala kesalahan yang mungkin terjadi seperti salah hitung, salah kirim barang atau order dari calon pembeli yang sudah bayar malah terlewat kamu kirim. Salah satu aplikasi penjualan yang sangat bermanfaat tersedia di Google Play adalah Mobilebizpro. Perhatikan screenshoot di bawah ini :

Halaman Depan Aplikasi Penjualan Android Mobilebizpro / felisbag.com

Halaman Depan Aplikasi Penjualan Android Mobilebizpro / felisbag.com

Halaman Laporan Aplikasi Penjualan Android Mobilebizpro / felisbag.com

Halaman Laporan Aplikasi Penjualan Android Mobilebizpro / felisbag.com

Selain memudahkan pekerjaan, aplikasi penjualan tentu juga bisa menghemat waktu kamu melayani pembeli. Kamu juga bisa melihat laporan keuntungan kamu di aplikasi penjualan tersebut sehingga kamu bisa tahu apakah usaha kamu ini berkembang atau jalan di tempat.

Nah itu dia beberapa cara yang ditempuh Wira untuk meraih omset sebesar Rp. 1.2 milyar per tahun hanya dengan dari jualan online sebagai dropshipper saja. Selamat mencoba.

Comments are closed.