Cara Merawat Tas, Sepatu dan Jaket Kulit Sintetis alias Kulit PU alias Kulit Pabrikan

Produk berbahan kulit imitasi, poliuretan (PU), hingga PVC harganya lebih murah dibandingkan bahan kulit.

Namun perlu diketahui, kulit sintetis merupakan salah satu kulit yang sulit untuk dibersihkan dan berumur pendek (kurang lebih satu tahun).

Ini karena lapisan dasar kulit yang berkualitas rendah seperti plasticizer membuat kandungan bahan kimia aditif yang ada pada permukaan kulit, mudah terkelupas, rusak dan rapuh.

Agar umur tas imitasi ini lebih awet, atau setidaknya umurnya sedikit lebih panjang, kita perlu tahu cara perawatannya. felisbag merangkum cara membersihkan tas dan sepatu dari bahan kulit imitasi berikut ini:

1.Mengingat kulit sintesis yang rapuh, bersihkanlah dengan kain bersih dan kering agar debu dan kotoran kering tidak mudah menempel.  Jangan coba membersihkan material kulit sintesis dengan zat amonia, pemutih, atau deterjen karena akan merusak bahan.

2. Apabila terdapat noda membandel dari makanan atau minuman, gunakan kain halus yang sudah dibasahi dengan campuran air hangat dan sabun bayi. Kemudian, bersihkan residu sabun dengan kain kering dan biarkan produk mengering secara alami.

3. Jika kulit sintesis berjenis PVC dengan permukaan yang cenderung mengkilap, proses pembersihan mudah dilakukan. Cukup diusap dengan kain kering. Namun apabila kulit sintesis dengan permukaan dof dan berwarna terang segera lakukan pembersihan di toko jasa pembersih aksesori.

4. Bagaimana jika terkena noda tinta? Noda tinta hampir tidak dapat dibersihkan 100 persen pada kulit berjenis ini. Karena kandungan tinta mudah meresap dan menyatu dengan material bahan sintetis. Proses pembersihan hanya akan memudarkan warna tinta yang ada, namun tidak bisa menghilangkannya sama sekali.

5. Gunakan pembersih bahan vinyl dan polyurethane bermerk baik, mudah ditemukan di supermarket, biasanya dijual sebagai pembersih interior mobil (dashboard dan jok). Gunakan lap bersih berbahan katun, microfiber cloth atau kertas tisue untuk menyeka bahan pembersih yang disemprotkan ke atas permukaan bahan.

6. Pastikan permukaan sudah benar-benar terseka dengan baik dan kering sebelum menyimpannya lagi.

7. Istirahatkan produk berbahan kulit sintetis setelah pemakaian sehari penuh. Hindari penggunaan 2-3 hari berturut-turut. Istirahatkan 1-2 hari usai dikenakan.

8. Agar permukaan kulit imitasi tak lekas mengelupas, berikan produk pelindung berjenis silicon wax secara teratur dan merata. Masukkan potongan kayu cedar dan silica gel pada kotak penyimpanan produk berbahan sintesis.

9. Pisahkan produk kulit berbahan sintesis dan produk berbahan kulit asli pada area penyimpanan. Produk berbahan sintesis dapat menyerap bahan pencelup warna dari kulit asli, yang menyebabkan produk bernoda.

Dalam pemakaian sehari-hari lakukan hal-hal berikut:

1.Jika tanganmu terkena minyak, seka dulu sebelum memegang bahan tas. Untuk menghindari permukaan lembab di atas bahan yang akan mempermudah timbulnya jamur.

2. Hindari sinar matahari langsung mengenai tas. Tujuannya untuk menghindari kerusakan bahan, karena sinar UV (ultra violet) yang berlebihan dari matahari akan merusak polyurethane, memudarkan warna dan melemahkan ikatan polyurethane/poliuretan.

3. Jika tas terkena air, segera seka dengan tisu atau lap untuk menghindari permukaan lembab yang akan mempermudah timbulnya jamur.

Dalam penyimpanan tas lakukan hal-hal berikut:

1. Simpan tas di dalam dustbag dengan bahan berpori-pori agar udara mudah keluar masuk untuk menhindari kelembaban terperangkap di dalam dustbag.

2. Hindari menyimpan tas di dalam plastik karena plastik akan menjebak udara lembab di dalamnya, yang akan mempermudah timbulnya jamur.

3. Masukkan beberapa kantung silica gel ke dalam dustbag dan tas untuk menyerap kelembaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *